topmetro.news, Medan – Staf pengajar/dosen merupakan tonggak utama dalam menciptakan insan mahasiswa unggul: cerdas, kreatif, adaptif, inovatif, kolaboratif, dalam pembangunan peradaban manusia yang lebih baik.
Untuk itu, para alumni bersinergi untuk mendukung terciptanya insan mahasiswa unggul tersebut melalui pemberian beasiswa kepada alumni muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tertinggi (S-3) lalu selanjutnya bergabung ke kampus menjadi staf pengajar/dosen. Dalam sepuluh tahun ke depan, seluruh staf pengajar/dosen sudah berpredikat S-3.
Hal ini diungkapkan oleh Tigor Tampubolon dalam pemaparannya mewakili para alumni dalam acara Temu Alumni Program Studi Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) di Hotel Danau Toba Internasional, Medan, Minggu (27/9/2026).
“Para alumni sepenuhnya bertanggung jawab untuk mewujudkan Program Studi Sastra Batak FIB USU menjadi prodi berstandar internasional,” katanya.
Sepuluh tahun ke depan, di Prodi Sastra Batak diharapkan telah dibuka prodi S-2 dan S-3 Kajian Sastra dan Budaya Batak. “Kami berkeyakinan bahwa seluruh insan akademis khususnya, dan seluruh masyarakat Batak pada umumnya akan menyambut dan mendukung dalam rasa bangga pada kehadiran program ini,” ujarnya.
Muatan Lokal
Tigor Tampubolon menyebut, bahwa Kebudayaan Nasional Indonesia ditopang dan diperkaya ratusan kebudayaan daerah/Nusantara yang hidup dan dihidupi oleh suku-suku bangsa di Indonesia.
“Untuk itu, Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Daerah Sumatera Utara sebagai daerah asal dan tempat tinggal Suku Batak, sudah seharusnya ikut menjaga, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Batak. Salah satu cara untuk itu adalah dengan mengajarkan kebudayaan (bahasa, sastra, adat-istiadat, dan musik Batak) di sekolah formal dalam muatan lokal (SD, SMP, SMA/SMK) di Sumatera Utara, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah di berbagai daerah di Indonesia terutama di daerah penuturnya,” ujarnya.
“Pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan Provinsi dan Kabupaten Kota dapat merekrut alumni Sastra Batak untuk menjadi guru di semua jenjang sekolah tersebut. Alumni Sastra Batak dapat berkontribusi untuk itu. Dengan demikian, kebudayaan Batak (bahasa, sastra, adat-istiadat, dan musiknya) tetap lestari dan berkembang seiring perkembangan zaman,” sambung Tigor.
BACA JUGA | Temu Alumni Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya USU Sukses
Pengurus Baru
Acara Temu Alumni Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya USU itu sendiri berlangsung sukses, dihadiri 82 peserta dari beberapa angkatan atau stambuk, yang dirangkai dengan pemilihan Pengurus Alumni Sastra Batak FIB USU Periode 2026-2031.
Hadir, Ketua Prodi Sastra Batak Dr Tomson Sibarani bersama Sekretaris Prodi, Wakil Dekan Bidang Pendidikan Kemahasiswaan dan Kealumnian FIB USU Dr Zulfan SS MHum, Wakil Dekan Bidang Administrasi Keuangan SDM dan Infrastruktur Akademik FIB USU Ely Hayati Nasution SS MSi CIT, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumut Dr Asrif MHum.
Selain itu hadir juga para dosen seperti Drs Warisman Sinaga MHum, Herlina Ginting dan para alumni seperti Drs Jumian Situmorang, Drs Tigor Tampubolon, Nelson Lumbantoruan, Victor Pasaribu, dan lainnya.
Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan doa dipimpin Arigato Sianturi STh, serta dilanjutkan dengan kata-kata sambutan. Pada kegiatan ini juga ada penampilan ‘Gondang Batak’.
Di akhir acara, dilakukan pemilihan Pengurus Alumni Sastra Batak FIB USU Periode 2026-2031, di mana kemudian terpilih Victor P Pasaribu sebagai ketua.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi Sastra Batak FIB USU Dr Tomson Sibarani berharap, dengan terpilihnya pengurus alumni yang baru, dapat memberikan kemajuan yang signifikan bagi Prodi Sastra Batak.
Sedangkan Dr Zulfan SS MHum mewakili Dekan FIB USU menilai, Prodi Sastra Batak menjadi salah satu prodi yang sangat membanggakan di antara tiga prodi di FIB USU.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumut Dr Asrif MHum juga memuji Prodi Sastra Batak USU yang mampu berkolaborasi dengan Balai Bahasa Sumut.
Tiga Pilar
Dalam sambutannya sebagai ketua terpilih Pengurus Alumni Sastra Batak FIB USU Periode 2026-2031, Victor P Pasaribu menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya.
“Amanah sebagai ketua yang diberikan kepada saya bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab besar. Tanggung jawab untuk merangkul semua angkatan, dari angkatan 1980-an yang menjadi pionir, hingga angkatan 2026 yang penuh semangat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan visi kepengurusan ke depan, yakni akan fokus pada ‘3 Pilar Pengabdian’, yakni: Solidaritas Alumni (Marsiurupan), Kontribusi untuk Almamater (Mulak tu Almamater), dan Pengabdian untuk Budaya (Pelestari Warisan).
Di akhir sambutan, Victor menyuarakan sepenggal ‘umpasa’ dalam Bahasa Batak. “Tubu ma sanggar di jolo ni huta. Molo rap hita, pasti jaya Sastra Batak ta. Horas… Mejuah juah… Njuah njuah…, Ahoii… Yahowu…!” tutupnya.
penulis | Raja P Simbolon

